Thursday, February 04, 2010

Dalam Keabadian

sebuah lagu dari album Shadow Of The Genk #1 (2010)
yang Insya Allah akan disandingkan dengan Novel "Memorabilia"
yang segera akan di luncurkan...

Tuesday, December 22, 2009

BINCANG NOVEL KEMBANG SERUNI DI TOGAMAS













Bersama : Mas Agus Noor (Prosais), Denny Novita (Penulis Novel), Genk Kobra
Moderator : Pak Guru
Persembahan : TOGAMAS Jogja & LKIS
19 Desember '09
19.00 - 22.00 WIB

Saturday, October 24, 2009

KEMBANG SERUNI


NOVEL SEGERA TERBIT !!!


Judul Buku : KEMBANG SERUNI
Penulis : Denny Novita
Cetakan : I, November 2009
Penerbit LKiS Yogyakarta

“Kisah cinta rahasia Dyah Ayu Pitaloka dengan Gajahmada yang terjadi pada zaman Majapahit di permulaan abad ke-13 adalah legenda yang lahir dari imajinasi masyarakat seputar tragedi peristiwa Bubat yang menyimpan banyak misteri. Kisah itu berbeda sama sekali dengan kisah percintaan Seruni Anggraini dengan Gading Aryaputra yang hidup pada era Milenium kedua abad ke-21. Namun, Denny Novita dengan imajinasinya melontarkan kisah cinta terlarang Dyah Ayu Pitaloka dengan Gajahmada yang legendaris itu ke panggung kehidupan modern dalam wujud percintaan aneh Seruni Anggraini dan Gading Aryaputra yang aneh. Melalui pengalaman psikologis yang aneh, Seruni Anggraini yang merasa bahwa di dalam dirinya tersembunyi jiwa Dyah Ayu Pitaloka memiliki sikap mendua terhadap Gading Aryaputra, orang yang diam-diam dicintainya. Seruni Anggraini seolah terombang-ambing antara cinta dan benci tanpa alasan kepada Gading Aryaputra sebagaimana perasaan Dyah Ayu Pitaloka terhadap Gajahmada – laki-laki gagah yang dibenci, tetapi diam-diam dicintainya. Pergulatan jiwa Seruni Anggraini dalam menghadapi Gading Aryaputra yang seolah menyiratkan pergulatan jiwa Dyah Ayu Pitaloka dalam menghadapi Gajahmada, mengungkapkan gambaran paling dalam dari sebuah kisah cinta dua anak manusia yang aneh, tetapi sangat manusiawi. Dengan pemaparan yang mengalir, bahasa yang indah dan kaya imajinasi, Denny Novita mampu membawa kita ke dalam relung-relung imajinasi yang menakjubkan. Novel Kembang Seruni, sangat mengagumkan!”
- Agus Sunyoto, novelis buku best seller Serial “Suluk Syaikh Siti Jenar”.

Memakai setting sejarah yang cukup terkenal semacam Perang Bubat, bukannya tanpa resiko. Sejarah itu nyaris sudah diketahui ujungnya. Karena itulah, alur novel sejarah mesti bertarung dengan alur sejarah itu sendiri. Bila tak berhasil, ia tak memiliki tegangan kisah dan hanya sekadar afirmasi atau penceritaan ulang. Karena itu, novel ini menjadi menarik, karena ia mengambil kisahnya sendiri. Di sana kita merasakan gugatan sekaligus upaya penafsiran sejarah.
- Agus Noor, prosais.

Novel ini berkisah tentang pergolakan yang berkecamuk dalam ranah hati… Perasaan yang tak mampu terungkapkan…. Bahkan untuk sebuah kata yang tak sempat terucap. Seperti sebuah fakta yang tak kunjung terungkap, yang tercecer jauh didalam hati dan tertumpuk oleh berbagai persoalan-persoalan yang muncul silih berganti.
Denny Novita berupaya mengangkat sisi lain (Rasa) yang tercecer dari sebuah drama sejarah masa silam. Rasa yang tak pernah mati ataupun berubah, meski cerita itu di setting ulang menjadi drama masa kini. (……. reinkarnasi).
Denny Novita menggabungkan unsur-unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dari sebuah peristiwa besar di Nusantara dengan rasa Cinta. Cinta terhadap sebuah keutuhan sejati. Cinta terhadap Nusantara …Cinta terhadap kelanggengan persaudaraan Bangsa Indonesia………..
Genk Kobra memahami Novel ini sebagai sebuah Wacana baru diantara berbagai wacana yang telah mendahuluinya tentang sisi perang Bubat. Toh semua hanyalah wacana. Namun setidaknya, Novel ini bisa menambah wawasan kita dan mengajari kita untuk tambah bijak dalam bersikap. Untuk mencapai Marem Siji-Marem Kabeh… Balance & Beyond.
Novel Kembang Seruni dan lagu-lagu Genk Kobra dalam album Kembang Lambe Nusantara. secara kebetulan dan tanpa kesengajaan sama sekali bertemu dalam sebuah stasiun kecil di sebuah desa. Sama-sama menunggu kereta api Argo Indonesia yang akan mengangkutnya menuju Stasiun Megapolitan.
Mari bergandeng tangan… berbagi ruang dan saling menjaga….
Bercerita dan Bernyanyi…
Sebuah langkah Merajut Nusantara
(HOLAYATE)
- Je. Elysanto, adipati Genk Kobra

Saturday, September 19, 2009

Selamat Hari Raya Iedul Fitrie 1430 H




Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1430 H
Mohon Maaf Lahir & Batin...
Taqabbalallohu Minna Wa Minkum... Taqabbal Yaa Kariim.
Semoga Allah SWT menerima segala Amal Ibadah kita...
Amieen

Wednesday, September 09, 2009

JAWA TIMUR

















Lagu Jawa Timur - Genk Kobra
Ditulis Th. 2004
Selesai direkam di Studio Recording Th 2007
Selesai Mixing & Mastering Th 2009

Masuk dalam Album "Merajut Nusantara"
Sejatine Padhang Sumure Ati (1931 Saka - 2009 M)

Audio CD Souvenir (Bonus) dalam Novel "Kembang Seruni" yang ditulis oleh Denny Novita
diterbitkan oleh LKIS

Dirilis November 2009

Saturday, August 29, 2009

....Cinta (Shadow of The Genk - Genk Kobra)

"Merajut Nusantara"
Audio CD souvenir Novel "Kembang Seruni"

Segera Terbit

Cinta yang tak akan rapuh....





Album ke 4 GK : Album Bayangan " Kembang Seruni "
Sejatine Padhang Sumure Ati (1931 saka / 2009 M)

Tuesday, June 23, 2009

MERAJUT NUSANTARA

Mohon maaf sebelumnya, jika Nusantaraku berbeda dengan Nusantara Anda….

Nusantaraku ada didalam lubuk hati.
Nusantaraku kubangun menjadi pintu-pintu silaturahmi,
Nusantaraku bukanlah pagar-pagar besi yang harus dikunci mati.

………

Nusantaraku adalah kesadaran akan realita
Nusantaraku adalah kebanggaan dalam Berbangsa
Nusantaraku adalah kerelaan hati untuk hidup bersama
Nusantaraku adalah keikhlasan untuk berbagi rasa
Nusantaraku adalah kebesaran jiwa untuk saling menjaga

Merajut Nusantara…..

Mimpiku di ranah rasa
Tanpa wilayah yang jelas batas-batasnya
Mimpiku Bagai merunut sebuah DNA.
Kuterangi dengan mercusuar sepanjang Madagaskar hingga Filipina


Sejujurnya…..

Merajut Nusantara hanyalah keinginanku untuk merasa Bangga.
Bangga...., karena boleh menyapamu Saudara

Mohon Maaf jika hanya mampu kusenandungkan sapaanku dalam bahasa jawa,
Karena itu bahasa ibu yang aku bisa.
Dan jika kadangkala ku berbahasa Indonesia, Karena memang aku bangsa Indonesia.

Selalu kunanti-nanti jawaban senandungku, dalam bahasa Ibu yang anda bisa.
Meski tak akan kumengerti semua, namun percayalah….
Aku pasti memahaminya.

Terima Kasih Saudaraku se Nusantara.

Salam hormat dari Genk Kobra

Adipati GK
(yang lagi tidur dan bermimpi)

Friday, April 17, 2009

GENK KOBRA “MERAJUT NUSANTARA” ( IMPIAN yang menjadi HARAPAN )

Holayate……!

Ya Allah…. Bukakanlah bagi kami Pintu-pintu Rahmat Mu

Ada pepatah yang mengatakan “ Seringkali manusia memusuhi apa yang tidak ia ketahui” dalam pengertian lain bahwa seseorang akan menjadi musuh dari apa yang tidak dia mengerti.

Berangkat dari ungkapan tersebut, komunitas Genk Kobra bersama Javaholic Forum tumbuh dalam ketidak tahuannya terhadap seni budaya, adat istiadat dan tradisi masyarakat, ekonomi, politik, wawasan kebangsaan, dan banyak hal lainnya.
Di sisi lain kehadiran Genk Kobra tidak sedikit menimbulkan bahan pertanyaan sedulur2 dan rekan2 yang melihat secara sekilas. Sebenarnya Genk Kobra itu termasuk jenis makhluk apa ? kelompok apa ? Gerakan apa ? mau apa ? Tujuannya apa ? dst..dst..

Pada dasarnya Genk Kobra hanyalah sebuah imajinasi atau lebih tepat disebut sebagai impian yang berubah menjadi sebuah harapan. Harapan yang kemudian dinamai menjadi Genk Kobra alias Jama’ah Kubro ( Persekutuan Raya ) meminjam istilah sedulur kami dari tlatah Muria.

Belajar dari ketidak-tahuan, komunitas Genk Kobra terus mengeksplorasi nilai nilai kearifan lokal yang tertanam di setiap kelompok masyarakat di republik ini agar tidak memusuhi dan tidak dimusuhi karena ketidak tahuan.
Dengan sendirinya pepatah tak kenal maka tak sayang ( kalau kenal maka sayang ),
bergulir dalam internal komunitas terhadap nilai2 tersebut.

Proses belajar dan mempelajari local wisdom ( meminjam istilah para pakar ) menjadi rutinitas yang bergulir dan mengalir di keseharian komunitas ini.
Ibarat air yang selalu mengalir dalam arus sungai yang ada tanpa pernah tahu akan melewati apa ? akan menghadapi apa ? akan berhenti di bendungan mana ? akan terpecah dan masuk kedalam irigasi yang mana ? atau harus melewati selokan sekalipun.
Tapi dalam proses perjalanannya yang normal, air akan selalu menawarkan kebutuhan utk menyuburkan lahan, dan menumbuhkan tanaman. Air selalu menjadi sarana bagi kehidupan. Meskipun disisi lain air seringkali dipaksa menerima limbah, sampah dsb. Namun jika airnya terus mengalir, maka ia dengan sendirinya akan mampu membersihkan dirinya dari bau busuk limbah / kotoran, dan menghantarkan kotoran yang terbawa ke tempat yang semestinya.

Suatu hal yang pasti bahwa air didalam sungai akan selalu mengalir menuju ke muara, tempat pertemuan dengan samudra yang luas, tempat pertemuan yang akan menerimanya dan membaurkannya dengan air yang lain.

Maka Genk Kobra juga hanya mengerti bahwa komunitas harus terus mengalir walau tidak pernah tahu lewat mana ? akan menghadapi apa ? dst…dst….
Genk Kobra selalu berusaha utk mengalir agar dirinya bisa bersih dan bisa membersihkan. Genk Kobra harus mengalir agar mampu menjadi sarana bagi tumbuh kembangnya harapan, kreativitas bagi semua individu maupun kelompok masyarakat ( tanpa perduli suku, agama, ideology, maupun orientasi politiknya ).
Genk Kobra juga hanya mengetahui satu hal, bahwa komunitas ini akan menuju tempat pertemuan yg sangat luas, tempat pertemuan yang tidak berbatas. Entah kapan dan entah dimana.

Proses ini ( berjalan seiring ungkapan tak kenal maka tak sayang ) telah melahirkan suatu harapan bersama.
Harapan terhadap munculnya koalisi rakyat alias persekutuan raya guna merajut kembali Nusantara dengan nilai2 kearifan lokal melalui jalur seni dan budaya dalam artian positif dan luas.

Beberapa rekan dan sedulur mempertanyakan apakah itu mungkin?? mengingat banyaknya suku dan perbedaanya ? Apakah mungkin dengan nilai2 kearifan lokal…? apakah mungkin lewat jalur seni dan budaya ? apakah mungkin Genk Kobra akan berhasil ?

Budaya atau nilai-nilai luhur yang bagaimana?
Mari kita mulai dari hal-hal yang simpel aja…
Budaya komunikasi & Silaturahmi (budaya dasar dari sebuah mahluk bernama manusia).
Dengan Komunikasi dan Silaturahmi, kita jadi tahu dan mengerti apa yang diinginkan oleh satu dan lainnya.
Dialog, Diskusi, Musyawarah, atau apapun bentuknya, Hasilnya tidak harus disatukan,

“Satu bukan berarti Sama”
“Mengalah bukan berarti Kalah”

Sekti tanpo Aji-aji, Sugih tanpo Bondho, Nglurug tanpo Bolo untuk mencapai “Menang tanpo ngasorake”.
Disini bukan berarti : Aji-aji, Bondho & Bolo itu tidak penting, tapi Menang dengan tidak menjatuhkan, menghancurkan atau melukai orang lain. Itulah intinya.
Dengan kata lain, Kemenangan itu bisa diraih dengan mudah, asal kita mau dan rela merangkul semua untuk menjadi kawan. yang akhirnya akan membuat sebuah kemenangan besar, karena semua Menang.

Budaya, Keyakinan, Bahasa, Warna, dll, tidak harus sama.
yang harus disamakan adalah sikap keihklasan berbagi ruang.

Koalisi justru membutuhkan perbedaan.
Persekutuan hanya membutuhkan keihklasan untuk mau bebagi ruang, menghargai perbedaan, keikhlasan utk mau bergotong royong.
Nilai kearifan lokal alias local wisdom adalah identitas yang telah given dalam genetika bangsa ini. Kearifan lokal ini adalah modal dasar komunitas Genk Kobra dalam perjalanan kesehariannya.
Jalur seni dan budaya adalah pilihan karena sejarah telah mencatat bahwa jalur politik ( baca partai politik ) telah banyak memecah belah bangsa, keyakinan juga telah banyak menimbulkan konflik tajam alias perpecahan.
Orientasi harapan Genk Kobra lebih pada proses dan barokah, bukan pada hasil. Sebab wilayah hasil adalah hak veto milik Sang Maha Pencipta.
Sebab kami yakin dengan berjama’ah akan mendatangkan barokah.


Harapan komunitas Genk Kobra “Merajut Nusantara” dengan nilai2 kearifan lokal, agar kelak bisa mewariskannya kepada generasi bangsa selanjutnya.
Bukankah kita semua telah memetik hasil dari apa yang telah ditanam para pendahulu bangsa ini dengan penuh perjuangan, pengorbanan….?????

Ya Allah… Tunjukkanlah kepada kami, Jalan yang Engkau Ridloi

Holayate…….!

sebagaimana ditulis adipati Genk Kobra di facebook komunitas genk kobra


Kembang Lambe.mp3 - Genk Kobra